Selasa, 22 Maret 2011 | By: indra septian

(25 APRIL 1950) PERISTIWA RMS


Dalam rentetan pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia bekas KNIL dan pro Belanda, peristiwa berikutnya terjadi di Maluku. Di Ambon pada tanggal 25 April 1950 diumumkan berdirinya Republik Maluku Sela¬tan yang terlepas dari Negara Indonesia Timur dan RIS, di bawah pimpinan Dr. Soumokil, bekas Jaksa Agung Negara Indonesia Timur.
"Proklamasi RMS" itu sudah disiapkan secara matang oleh Soumokil dan kawan-ka¬wannya. Dalam tahap persiapannya, Soumokil berhasil memindahkan pasukan KNIL dan pasukan Baret Hijau yang terlibat pemberontakan Andi Azis ke Ambon. Pasukan-pasukan khusus itulah yang menjadi tulang punggung perlawanan RMS.

Pemerintah Pusat semula mencoba untuk menyelesaikan peristiwa ini secara damai dan untuk itu telah mengirimkan suatu misi yang diketuai oleh Dr. Leimena. Sete¬lah usaha penyelesaian damai yang dilakukan Pemerintah Pusat tidak membawa hasil, Pemerintah memutuskan untuk segera menumpasnya dengan kekuatan senja¬ta. Sebagai pelaksanaannya dibentuk sebuah pasukan ekspedisi di bawah pimpinan Kolonel Kawilarang.
Pada tanggal 14 Juli pagi hari tahun 1950, pasukan ekspedisi APRIS/TNI tersebut mendarat di Laha, Pulau Buru dengan dilindungi Korvet Patiunus. Dengan susah payah karena belum mengenal medannya, APRIS berhasil merebut pos-pos penting di Pulau Buru. Setelah Pulau Buru dapat dikuasai, pasukan APRIS bergerak menuju Seram. Sementara itu pasukan-pasukan APRIS yang lain mendarat dan dapat segera menguasai Tanimbar, Kepulauan Kei dan Aru.
RMS ternyata memusatkan kekuatan pasukannya di Pulau Seram dan Ambon di Maluku Tengah. Gerakan pasukan-pasukan APRIS di Seram mengalami kesulitan dan banyak minta korban. Setelah Seram dapat dikuasai, gerakan selanjutnya diarah¬kan ke Ambon yang menjadi pusat kedudukan RMS.
Pada permulaan bulan November kota Ambon dapat dikuasai oleh pasukan-pasukan APRIS setelah melalui pertempuran-pertempuran yang sengit dengan korban yang besar. Dalam pertempuran jarak dekat memperebutkan benteng nieuw Victoria, Letnan Kolonel Slamet Rijadi telah tertembak dan gugur seketika.
Setelah kota Ambon jatuh ke tangan pasukan Pemerintah,sisa-sisa pasukan RMS melarikan diri ke dalam hutan-hutan dan untuk beberapa tahun lamanya melakukan kegiatan pengacauan

0 komentar:

Poskan Komentar